Monday, August 11, 2014

Catatan Perjalanan Menguak Fenomena Alam Labuhan Cermin dan Wisata Air Panas Air Asin di Biduk-Biduk

Pintu Masuk Labuhan Cermin
Udara malam ini menusuk sendi-sendi tulang, aku melihat jam dipergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 21.30 malam, telepon selulerku pun berdering, suara diseberang sana megatakan bahwa sebentar lagi akan sampai menuju meeting point untuk menjejakkan kaki ke Labuhan Cermin. Rasa penasaran dan keingintahuanku yang sangat besar akan keindahan Danau Dua Rasa Labuhan Cermin membuatku rela menunggu dari sore hari di pertigaan jalan menuju Kutai Timur. Akhirnya setelah chating dengan teman-teman Free Diving Balikpapan, aku pun bisa mewujudkan rasa penasaran yang sangat dalam ini akan keindahan Labuhan Cermin.
Wisata Air Panas Air Asin
Aku kembali memastikan tak ada satupun barang yang tertinggal dalam ransel, alat snorkeling pun sudah siap untuk menjajal kedalaman Danau Dua Rasa Labuhan Cermin. Dengan menyewa mobil seharga Rp. 300.000/hari selama 5 hari di Biduk-biduk kamipun melaju menembus kabut malam dan hutan tropis Kalimantan. Setelah menempuh perjalanan selama 7 jam melewati perkebunan sawit dan hutan tropis dipterocarpa sampailah kami di penyebrangan kapal fery di desa kaubun, kami pun harus menunggu hingga fajar menyingsing dikarenakan jadwal kapal fery tersebut beraktivitas di pagi hari, kami memilih jalur penyebrangan fery melewati sangkulirang karena untuk menyingkat perjalanan selama kurang lebih 6 jam apabila melewati jalur muara wahau.
Kima Raksasa @Pulau Kaniungan Besar
Matahari menelusup dibalik sela-sela rimbunan pohon nipah dipinggiran sungai, setelah beristirahat sejenak, kami pun menyebrang menuju hulu sungai pada pukul 05.30 wita, setengah jam berada diatas kapal penyebrangan  menyusuri hulu sungai yang dikelilingi oleh rimbunan pohon nipah yang terkenal dengan habitat buaya muara, dan harus melanjutkan perjalanan selama 6 jam menuju Biduk-Biduk.
Biduk-biduk merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur yang banyak menyimpan fenomena alam dan keindahan bawah lautnya yang menarik untuk diselami. Setelah menempuh perjalanan selama 18 jam dari Kota Balikpapan sampai lah kami di desa Biduk-Biduk yang dikelilingi oleh pohon-pohon nyiur yang melambai seolah menyapa kami untuk menikmati keindahannya. Setelah menikmati minuman dingin pelepas dahaga di Rumah Mas Eko yang menjadi homestay kami selama berada di Biduk-biduk kami pun melanjutkan perjalanan menuju teluk sulaiman untuk menikmati sunset.
Matahari kembali menyapa dibalik garis equator di bibir pantai depan homestay kami, kami pun segera menyiapkan perlengkapan alat snorkeling untuk menikmati dan menyelami keindahan bawah laut Labuhan Cermin, karena kedatangan kami pada musim liburan, maka kami harus berangkat lebih awal untuk mendapatkan antrian kapal yang akan mengantarkan kami ke Labuhan Cermin. Setelah sarapan kami menuju dermaga Labuhan Kelambu dan segera menuju loket tiket kapal penyebrangan, dermaga kecil yang hari ini riuh akan pengunjung yang akan menuju Labuhan Cermin, entah hanya sekedar piknik, snorkeling atau diving bahkan hanya sekedar berenang saja bersama keluarga.
Dengan harga kapal bermesin diesel seharga Rp.100.000 yang berkapasitas 10 orang kita bisa menikmati keindahan Labuhan Cermin. Karena rombongan kami datang kesiangan maka kami mendapat nomor antrian kapal 22 dan 23, di dermaga Labuhan Kelambu ini hanya tersedia 5 unit kapal yang melayani penyebrangan ke Labuhan Cermin.
Love Journey#2
Setelah menunggu selama 2 jam, untuk membunuh kebosanan aku kembali membuka buku catatan perjalanan Love Journey #2 yang aku tulis bersama teman-teman backpacker yang lainnya, dan akhirnya kami pun menuju Labuhan Cermin, suara deru kapal mengantarkan kami masuk kesebuah teluk yang membentuk layaknua danau raksasa dan berair jernih layaknya sebuah cermin. Rimbunan pohon Premna serratifolia(Mali-Mali), Dacryodes rugosa (Keramu),Diospyros borneensis (Kayu Arang), Ficus ferruginia (Ara), Hopea mengerawan (Merawan), Canarium megalantum (Kenari),  dan Zysygium sp (Jambu) mengelilingi Danau Labuhan Cermin.
Mengutip sebuah ayat yang diposting oleh mas eko di www.biduk-biduk.com yang menjelaskan fenomena alam yang terjadi di Labuhan Cermin.
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (Q.S. Al-Furqan: 53)
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman: 19-20) 
Levitasi at Pulau Kaniungan
Takjub akan fenomena  alam yang terjadi di Labuhan Cermin dua air yang bertemu tanpa melampaui batas satu sama lain, yang diatas air tawar dan yang dibawah air asin serta ikan yang berada di keduanya pun tidak bercampur. Kami pun langsung menceburkan diri menikmati keindahan bawah laut yang terjadi di Labuhan Cermin, tak peduli meski airnya terasa dingin menembus tulang.  Tak terasa dua jam berada dibawah air kami pun naik dan menuju destinasi sisi lain dari Labuhan Cermin, naik menanjak melewati bukit dan pepohonan Ara sebuah danau kecil Nampak dari kejauhan kali ini aku hanya menikmati rimbunan pepohonan dan suara burung yang saling bersahut-sahutan dibalik canopy pohon, tempat ini seolah belum terjamah oleh orang-orang karena letaknya yang sedikit menguras tenaga, tapi suasana alam sangat terasa disini.
Puas menikmati Labuhan Cermin kami pun memutuskan untuk kembali ke home stay untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan besok harinya menuju ke Pulau Kaniungan dan Teluk Sumbang. Rasa penasaran yang menimbulkan banyak pertanyaan akan fenomena alam yang terjadi di Labuhan Cermin menjadi rahasia dan campur tangan Tuhan sang Pencipta.
Sore harinya kami kembali menikmati desiran ombak dan hamparan pasir putih serta menikmati hidangan laut di teluk Sulaiman, harga satu porsi makanan disini terbilang cukup mahal karena dibandrol antara Rp.25.000 – Rp. 30.000 sekali makan.
Pulau Kaniungan
Tak terasa kami telah menghabiskan 3 hari di Biduk-biduk dan hari ini kami akan menyelami keindahan bawah laut sisi lain dari Pulau Biduk-biduk yaitu Pulau Kaniungan Besar, dengan menyewa kapal seharga Rp. 900.000 dengan kapasitas 20 orang kami melaju membelah ombak menuju Pulau Kaniungan. Pulau kaniungan dapat ditempuh sekitar 40 menit dari dermaga Teluk Sulaiman Pulau yang terletak di koordinat 1180 50’ 30” BT dan 10 7’ 1” LU menyuguhkan keindahan bawah laut yang menarik, disini terdapat Spesies Kima Raksasa yang dilindungi, Hard Coral, Soft Coral dan Karang Meja serta kita dapat menemukan dan menyapa EEL Muray dibalik terumbu karang, namun kita harus waspada karena disini terdapat banyak spesies ubur-ubur yang masih memiliki sengat, untuk itu disarankan untuk memakai pakaian renang yang tebal atau memakai sarung tangan untuk menghindari sengatan ubur-ubur.
Puas menikmati keindahan bawah laut di pulau kaniungan kami pun mengabadikan landscape Pulau yang dikelilingi nyiur melambai, setelah menikmati makan siang dengan hidangan laut ikan bakar, kami segera menuju Teluk Sumbang untuk menikmati keindahan air terjun Bidadari, setelah kapal ditambatkan kami pun segera bergegas menuju air terjun dengan melewati jalan setapak yang dipenuhi dengan batu cadas.
Labuhan Cermin
Akhirnya setelah 4 hari berada di desa Biduk-Biduk kami pun kembali menuju Balikpapan, kami memutuskan untuk melewati rute jalur yang berbeda dan berencana untuk menikmati Wisata Air Panas di daerah Kampung Biatan Bapinang Kecamatan Biatan Lempake, setelah menempuh perjalanan selama 4 jam kami pun sampai di Permandian Air Panas tersebut, dan semakin takjub serta heran dikarenakan sumber air panas itu terasa Asin, dan lebih mengherankan lagi tempat tersebut jauh dari Laut, sekali lagi Rahasia dan Campur Tangan Tuhan jelas kembali menunjukkan kebesarannya.
Teluk Sulaiman
Perjalanan yang banyak menimbulkan kekaguman akan kebesaran Pencipta dan Rasa penasaran yang tidak masuk nalar manusia selalu menjadi rahasia yang tidak satupun kita dapat menembusnya.
Kapal Motor Teluk Sulaiman-Pulau Kaniungan-Teluk Sumbang

Note :
1.       Transportasi
a.       Sewa Mobil (Balikpapan) : Rp. 300.000,-/Hari
Kapal Motor Labuhan Kelambu-Labuhan Cermin
b.      Penyebrangan Fery : Rp. 200.000,-/Mobil
c.       Kapal Motor dari Dermaga Labuhan Kelambu-Labuhan Cermin : Rp. 100.000,-/kapal (Kap 10 orang)
d.      Kapal Motor dari Teluk Sulaiman-Pulau Kaniungan-Teluk Sumbang (Air Terjun) : Rp. 450.000,-/kapal (Kap 10 orang)
2.       Penginapan
a.       Home Stay : Rp. 175.000,-/malam
b.      Penginapan : Rp. 175.000,- s.d Rp.250.000,-/malam
3.       Makan
a.       Bakso : Rp. 15.000,-/porsi
b.      Lalapan : Rp. 25.000,- s.d Rp. 30.000,-/porsi

Pulau Kaniungan
Air Panas Air Asin











Air Terjun Teluk Sumbang

Pintu Masuk Air Panas 


Air Panas Air Asin
Terumbu Karang @Pulau Kaniungan Besar
Terumbu Karang @Pulau Kaniungan Besar



Kima Raksasa @Pulau Kaniungan Besar





Terumbu Karang @Pulau Kaniungan Besar

3 comments:

  1. Selamat pagi pak saipul, saya Dewi mahasiswa jurusan dkv dari surabaya.mingin menanyakan sesuatu, apakah sy bisa minta email bapak? Trims.

    ReplyDelete
  2. Selamat pagi pak saipul. saya Dewinmahasiswi dari jurusan dkv surabaya ingin menanyakan sesuatu?nbisa minta email bapak?

    Thanks :)

    ReplyDelete