Wednesday, July 18, 2012

DIARY GURATAN PENA CINTA Oleh : M. Saipul*




06 April 2007 Pukul 09.35 Wita
Hari yang melelahkan……
Aku dihadapkan dengan dua pilihan yang terberat dalam hidupku, Sungguh Aku merasa kerdil dan hina dihadap-Nya…
Pilihan antara Dunia (Wanita) dengan Akhirat(Bidadari Surga)…
“Batinku bergejolak, mencari telaga suci yang dapat menentramkan hati, semua telah kususuri, hitam-putih mulai kugauli, haru biru telah kuselami, namun apa yang aku dapati, hanyalah sesuatu yang tidak pasti. Dimana dapat kutemui kekasih Allah yang sejati…yang mampu memberi cahaya dalam hati. Oh… betapa hina diri ini”.
Aku terus menyusuri jalan yang berliku, tanpa arah dan tujuan yang pasti, Aku berjalan dengan gontai, menyereret asa menjemput impian…Aku berhenti ditengah perjalanan hijrah menata hati melepas duniawi, tapi ditengah Aku berhenti, tiba-tiba datang sesosok bidadari surga yang menggetarkan hati, mengajakku mengarungi dan menyelami samudera cinta yang penuh dengan mahabbah dengan Rummi dan guratan tinta Kahlil Gibran.
Tapi, itu semua hanyalah semu belaka, hatiku tidak tentram dengannya bahkan malah haus dan dahaga akan nafsu birahi, yang kucari hanyalah ketentraman hati dan ketenangan ruhiyah, bukan kesenangan jasadiyah.
@@@


07 April 2007 pukul 05.25 wita
Akhirnya perjalanan menuju telaga suci itu semakin aku dekati, mengalir bersama riaknya sungai, berhembus bersama semilirnya angin dan terbawa oleh gelombang samudera.
“Ombak menghempas batu karang, seandainya saja aku batu karang itu, kan kupertahankan keteguhan imanku yang mulai goyah oleh terpaan dan cabaran, seperti batu karang yang kokoh diterpa gelombang.
Ahhkk…betapa bodohnya aku, seandainya saja Dia tidak hadir didalam kehidupanku. Pasti aku tidak akan tergila-gila seperti ini, perang antara batin yang bergejolak, perang antara hati yang bergelora dan perang antara nafsu yang membuncah. Mungkinkah ini CINTA…Mungkinkah ini ASMARA
Kenapa disaat aku ingin mencari telaga suci, kenapa disaat aku ingin mencari ketenangan hati, kerikil-kerikil tajam itu menusuk-nusuk telapak kaki KENAPA…KENAPA…
Aku mulai kecewa dengan semua ini. Tapi, siapa yang patut dipersalahkan, apakah Dia? Dia? Dia? Atau Aku? Tidak mungkin, melihat Dia meneteskan air mata saja, aku tidak tega melihatnya. Aku tidak tega melihatnya terlalu lama bercengkrama dengan kesedihan, aku tidak tega melihatnya menyendiri didalam keramaian,
Aku selalu memikirkan apa yang sedang Ia rasakan. Tapi,… adakah Ia juga mengkhawatirkan apa yang sedang aku resahkan… Ia selalu menginginkan aku bahagia…Tapi, adakah Ia tahu terkadang… itu membuatku lebih terluka, karena keinginannya tak sepenuhnya impianku, dan pengertiannya.. tak selalu membuat aku mengerti…(Moammar Emka)
Oh…CINTA…CINTA…
Adakah cinta yang lebih hakiki dari semua ini ?@!$ Ya, akan kucari jawabnya ditelaga suci itu, akan kuselami rupa dan wujudnya ditelaga suci itu, apakah aku masih membutuhkan CINTA…Ya,… CINTA pada Allah Azza Wa Jallah. Itulah cinta hakiki yang sejati.
@@@

07 April 2007 pukul 22.33 wita
“Ku harus menemui cintaku…
Mencari tahu hubungan kita
Apa masih atau t’lah berakhir
Kau menggantungkan hubungan ini
Kau diamkan aku tanpa sebab
Maunya apa… kuharus bagaimana
Kasih…
Sampai… kapan kau gantung
Cerita cintaku
Memberi harapan, hingga mungkin ku tak sanggup lagi
Dan meninggalkan dirimu…”
Yah.. itulah yang Ia rasakan kini, sepenggal bait lagu Meli goeslaw telah memenuhi memori pesan ponselku malam ini. Tapi, seandainya saja engkau tahu, aku sangat mencintaimu…Tapi, aku tak sanggup mempertahankan gejolak batin yang kian menderu, membara dan membuncah mengalahkan nafsu. Aku tidak tahu… Apakah ini pengingkaran, kemunafikan, ataukah kesetiaan…
Malam kian larut…
Meninggalkan selaksa jiwa-jiwa para pencinta, lampu temaram ibu kota menghiasi kehidupan malam yang klise, aku tidak tahu harus memulai dari mana, aku tidak tahu harus menulis apa, pada intinya, aku kecewa dengan semua yang ada.
Tuhan…
Berilah aku kekuatan untuk mengatakan semua ini kepadanya, aku tak sanggup melihatnya meneteskan air mata. Tapi, semua ini aku lakukan hanya untuk cinta, cintaku yang sangat begitu besar kepada-Mu Tuhan. Entah kenapa batin ini selalu bergejolak ketika mendengar Asma-Mu, darahku mendesir ketika ku mendengar nyanyian-Mu.
Tuhan…
Berilah aku kesempatan untuk mencinta, diantara sejuta insan yang mencinta. Tapi, aku telah memilih untuk lebih mencintai-Mu Tuhan…
@@@

Dua tahun berselang, kembali aku merasakan kerinduan yang dahsyat akan CINTA, setelah menceburkan diri dalam kawah candradimuka, aku terus merindukan kasih-Nya. Aku tak kuasa setelah aku mendengar kabar beritanya yang sangat mengiris sembilu, Ia tetap kokoh mempertahankan CINTA-Nya untukku, Ia tetap ingin mengarungi samudera CINTA bersama, melewati lautan Api Asmara dan terdampar dalam Pulau Hati yang Ranum akan CINTA.
Aku duduk terpekur meratapi kebodohanku selama ini, masih teringat memori lama yang telah usang terkunci rapat dalam lubuk hatiku. Saat aku mengucapkan perpisahan dengannya.
Tapi, hatinya telah membantu akan CINTA, CINTAnya kepadaku begitu dalam, keteguhan CINTAnya padaku sangat kokoh, Aku begitu bersalah ketika kudapati diriku dalam penyesalan yang sangat. Didalam kamar ini aku terantuk senyum manismu wahai Bidadariku. Aku masih mengingat waktu kita bertemu dan bertatap muka, engkau berpaling seakan tak mengenalku, pandangan itu lah yang membuat hatiku kembali bergetar. Aku ingin mengucapkan kat-kata pujangga untukmu, tapi kau berlalu begitu saja dihadapanku.
Aku baru mengetahui kenapa engkau melakukan itu semua padaku, rasa CINTA mu yang begitu kokoh kepadaku, membuat bibirmu terkunci rapat, bak gunung merapi yang siap menyemburkan lahar panasnya. Tapi, engkau tetap saja tak bergeming.
Tuhan…
Aku tak sanggup menghadapinya, Dia begitu berharga bagiku, dia mutiara hatiku, dia dermaga CINTAku, tapi Aku tetap saja tak bergeming bersuara untuk menyatakan isi hatiku, mungkin hatiku sedalam lautan biru, tak ada yang bisa menyelami.
Aku duduk terpukur meratapi, anganku kian jauh menerawang diangkasa malam, berdansa dengan bintang-bintang, bersenandung dengan bulan, terlena akan bunga-bunga kasturi, bermandi madu asik masyuk bercinta dengan bidadari, tapi, aku tetap saja terantuk bayangmu, Oh.. sebegitu dahsyat gelora asmara ini untukmu?. Kan kupersembahkan hanya untukmu seorang Bidadari jiwaku. Tapi, kudapati diriku masih dalam kesendirian.
Ketika bermain dalam imajinasi di Taman Firdaus, kau datang membawa bunga Rampai yang dijalin bersama bunga Kamboja yang membuat kembali hati ini remuk redam. Kau pergi meninggalkan duka dalam dekapan belenggu gelora CINTA, membuyarkan lamunanku selama ini bercinta denganmu.
Mata ini nanar olehmu, tangisan duka ini mengantarmu kembali ke peraduan Malam yang kekal, tak pernah ada terik mentari, tak pernah ada embun pagi, yang ada hanyalah kegelapan yang baka..
Aku tak sanggup menyaksikan ini semua, melihat dirimu dibungkus kain sorban, dengan sejuta wewangian yang memabukkan. Pesona indahmu, menampar ketermanguanku. Tapi, itu semua hanya dalam anganku, aku tidak berani untuk mengatakannya padamu, dan disaat waktu tiba aku memberanikan diri, kau telah asik masyuk untuk mengabdi dalam Taman Eden.
Sekian lama aku menungu waktu untuk memberanikan diri menyatakannya dan telah berjanji untuk mengarungi samudera CINTA bersama dengan biduk ASMARA, kau telah meninggalkanku dalam kesendirian. Meninggalkan duka yang menyayat hati, mengiris kalbu, menusuk sukma.
Derita hidup yang kau alami selama ini, terasa pahit dan kelu dibibirku, kau tidak mau berbagi denganku, kau tidak pernah mencurahkan isi hatimu, kau telan sendiri bersama buah huldi yang memilukan, Aku tahu kau melakukan ini semua, demi cintamu Pada-NYA, tapi, itu sangat menyakitkan bagiku, seandainya kau mau berbagi denganku, merasakan pahit dan getirnya hidupmu, kan kuisi hari-harimu dengan CINTAku, tapi tak sejumputpun impian itu kau berikan kepadaku, apakah ini kemunafikan, pengingkaran atau ketegasan.
Air mata ini tak dapat dibendung dan membuncah menjadi sungai yang bermuara di lautan ASMARA, mengenangmu sangat menyakitkan, kau pergi menggapai CINTA yang hakiki, abadi, kekal bersama hiruk pikuknya dunia.
Wajahmu selalu terlukis dianganku, suaramu terekam dalam pita batinku. Betapa hati ini perih, kau biarkan aku sendiri, Sampai… kapan kau gantung
Cerita cintaku
Memberi harapan, hingga mungkin ku tak sanggup lagi
Dan meninggalkan dirimu…”
Menyakitkan, ketika mendengar liriknya, Kau pergi meninggalkan aku sendiri yang terbelenggu CINTAmu, dalam keabadian.
Aku sangat bodoh, hina dina dihadapan-MU. Seandainya waktu kan bisa bergulir kembali, maka kan kuabdikan separuh hidupku untukmu. Kan kuhiasi hari-harimu dengan CINTA ku yang tulus padamu. Tapi, semua itu telah berlalu, biarkan tersimpan dalam memori anganku, yang tersimpan rapi dan terkunci rapat-rapat dalam peti kehidupanku, hinga kau kembali bersedia untuk membukanya.
Aku merasa bersalah akan semua ini, begitu kokohnya aku mempertahankan keangkuhan yang ada dalam diriku dan mengalahkan gelora CINTA mu padaku, hingga aku tidak kuasa untuk memilikimu, Aku hanya bisa berharap akan bertemu denganmu kembali dalam kehidupan yang abadi. Semoga apa yang telah aku cari dalam kawah candradimuka akan menuntunku untuk menemukanmu dalam Gurun pasir yang tandus yang tak berpenghuni di alam sana. Dan semoga kita akan dipertemukan dalam ikatan CINTA yang nyata. Di dalam keabadian, bermain dalam Taman Firdaus, menghapus dahaga dalam telaga Kautsar, dan bercinta dalam Istana CINTA dalam cinta yang ditasbihkan oleh Allah SWT, untuk kita berdua.


Kota Taman, 06 Mei 2009
* Salah satu Penulis buku Kumcer dalam Antologi “Kalimantan Timur dalam Cerpen Indonesia” Korie Layun Rampan (ed) yang berjudul Cahaya dari Tepian Mahakam

Tuesday, July 10, 2012

SURGA BAWAH AIR INDONESIA YANG TERSEMBUNYI Oleh : M.Saipul


 
Menurut informasi dari teman yang berada di Berau, Derawan dan Maratua, serta berdasarkan pengalaman ketika berkunjung kesana adalah merupakan kenangan yang sangat indah dibanding trip-trip sebelumnya, karena sebelumnya saya adalah menyukai hutan gunung, dan ketika trip menuju ke pulau derawan merupakan pengalaman yang tak bisa dilupakan ketika tabung oksigen serta aba-aba dari pemandu diving yang kebetulan adalah teman sendiri mengisyaratkan untuk menyelam. Berikut saya akan berbagi informasi mengenai perjalanan menuju surga bawah air yang menyimpan banyak kekayaan laut di pulau derawan dan gugusan pulau-pulau yang berada di kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur
Transportasi Darat
Dari Bandara Sepinggan Balikpapan menuju Kota Samarinda Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur dapat ditempuh dengan menggunakan mobil, taxi argo dan atau bus.
1.       Rute Bandara Sepinggan – Terminal Lempake Samarinda
a.       Mobil (Carter) à Rp. 300.000,- / mobil (6 orang) à 2,5 jam (One Way)
b.      Taxi Argo /Taxi Bandara à Rp. 250.000,-/mobil (3 orang) à 2,5 jam (One Way)
c.       Bus à Rp. 21.000 non AC/Rp. 28.000,- AC (akan tetapi kita harus menuju ke Terminal Batu Ampar terlebih dahulu dan menunggu bus hingga penuh mulai dari pukul 08.00 wita – 19.00 wita) dari bandara dapat menggunakan Ojek atau harus keluar dari areal bandara dan menggunakan angkot lokal. à 3 jam (One Way)
2.       Rute Samarinda – Berau
a.       Mobil (Carter) à Rp. 2.000.000,-/mobil (6-7 orang) à 18 jam (One Way)
b.      Mobil (Reguler) à Rp. 300.000,-/orang à 18 jam (One Way)
c.       Bus (reguler) à ????? (belum pernah naek bus menuju kesana karena waktu jarak tempuh akan lebih lama daripada menggunakan mobil inova) à 23 jam (One Way)
3.       Rute Berau (Tanjung Redeb) – Tanjung Batu
a.       Mobil (Reguler) à Rp. 50.000,- (One Way)
b.      Mobil (Carter) à Rp. 500.000,- Rp. 700.000,- (PP)
Transportasi Laut
1.       Rute Tanjung Batu – Derawan
a.       Speed Boat (Reguler) à Rp. 50.000,- (One Way)
b.      Speed Boat (Carter) à Rp. 500.000,- (PP) untuk 6 orang
2.       Rute Pulau Derawan – Pulau Sangalaki – Pulau Kakaban – Pulau Maratua
a.       Speed Boat (Carter) à Rp. 1.700.000,- (PP) untuk 6 orang (saya belum pernah menemukan speed boat yang reguler menuju ke pulau-pulau tersebut)
Akomodasi
Akomodasi yang tersedia hanya berada di pulau Derawan dan Pulau Sangalaki saja, namun karena di Pulau sangalaki merupakan kawasan konservasi habitat penyu, maka pengunjung dibatasi untuk beraktivitas disana. Rate untuk penginapan di Pulau Derawan bervariasi mulai dari Rp. 50.000,- hingga jutaan rupiah, untuk teman-teman backpacker bisa menginap di rumah warga yang berada di pulau derawan dengan minimal Rp. 50.000,- kita sudah bisa menikmati fasilitas yang ada di homestay atau dengan mengeluarkan uang Rp.100.000,- sampai Rp. 150.000,- kita bisa menginap di penginapan yang langsung berada di atas laut.
Fasilitas Penunjang
1.       Penyewaan Alat Snorkling
Di sekitar pantai terdapat bany ak penyewaan alat-alat snorkling seperti Masker + Snorkle, PIN dan Life Jacket, tetapi harus berhati-hati karena sebagian ada yang menyewakannya secara terpisah, apabila kita mengambil satu paket seperti yang sudah saya sebutkan tadi diatas kita hanya mengeluarkan dana Rp. 50.000,- saja per hari untuk bisa menikmati pemandangan alam bawah laut yang disajikan di daerah ini.
2.       Penyewaan Alat Diving
Di beberapa Hotel dan Penginapan terdapat fasilitas penyewaan alat diving, tetapi mereka menyewakannya khusus bagi yang memiliki license saja atau sertifikat untuk diving, akan tetapi apabila kita belum mempunyai license atau sertifikat untuk diving, kita bisa menyewanya di tempat yang lain dengan harga Rp. 350.000,- (Not License) dan Rp. 250.000,- (License) yang terdiri dari Baju selam dan Scuba 1 set (tabung, PIN, dll)

Apabila kita ingin mendapatkan license diving disini tersedia untuk melakukan training dan akan mendapatkan license dari POSI (Persatuan Olahraga Selam Indonesia) dengan harga Rp. 4.000.000,-/orang selama 3 hari pelatihan.
3.       Water Sport
Di hari-hari tertentu atau hari libur kita bisa mencoba mengelilingi pulau menggunakan banana boat dengan harga Rp. 30.000,-/orang, serta mencoba water sport lain seperti bermain jet sky, layar dan berbagai macam olahraga air lainnya.


4.       Memancing
Banyak spot-spot menarik untuk melakukan aktivitas memancing seperti ikan barakuda dll disini.
Selain Pulau Derawan gugusan Pulau yang berada disekitarnya wajib kita kunjungi karena memiliki keunikan tersendiri, mulai dari species bawah laut, sampe keindahan alam dan budaya yang ada didalamnya.
1.       Pulau Sangalaki
Pulau Sangalaki merupakan salah satu pulau konservasi habitat penyu hijau terbesar di Indonesia, aktivitas yang bisa dilakukan disini adalah melihat penyu bertelur dimalam hari, dengan cara bersembunyi dibalik semak-semak, karena apabila melihat cahaya penyu akan kembali lagi ke laut dan tidak jadi bertelur, Setelah menyaksikan penyu bertelur, kita dapat membantu untuk menggali dan mencari telur penyu tersebut dan memindahkannya ke dala nursery yang telah tersedia tentunya dengan dipandu oleh guide lokal disana, kita pun bisa melepaskan tukik-tukik (anak penyu) yang telah menetas ke laut, dan disekitar pulau kita bisa melihat anakan manta ray menari-nari di balik air dipinggir pantai, selain itu juga kita bisa menyaksikan coral yang indah diperairan ini. Akan tetapi aktivitas di pulau sangalaki ini dibatasi dikarenakan pulau ini merupakan kawasan konservasi jadi pengunjung harus dibatasi agar tidak mengganggu habitat serta potensi yang ada di pulau ini.
2.       Pulau Kakaban
Pulau ini terkenal dengan danau air asin (air payau) serta ubur-ubur purba yang tidak memiliki sengat yang terperangkap jutaan tahun silam, para pengunjung bisa menikmati dan berenang bersama ubur-ubur tersebut tanpa harus takut dengan sengatannya, dan di pulau ini juga memiliki batu karang dan tebing-tebing yang indah disekitar danau.
3.       Pulau Maratua
Pulau ini dihuni oleh komunitas suku asli bajao, dan dipulau ini terdapat banyak potensi alam seperti goa-goa yang menarik dan bisa melakuakn penyelaman goa (Cave diving) bagi yang ahli, serta spot diving yang tidak kalah indahnya dibanding dengan pulau-pulau yang lain, pari manta raksasa, dolphin dan ikan barakuda yang sering melintasi pulau ini menjadi keunikan tersendiri bagi para pengunjung untuk menjumpainya dan bercengkrama dengan hewan-hewan tersebut.
4.       Pulau Semama
Pulau yang tak berpenghuni ini merupakan salah satu kawasan konservasi suaka margasatwa didaerah ini, pulau ini banyak memiliki keanekaragaman biota laut serta satwa-satwa seperti bekantan, kera ekor panjang, dan lain-lain.
5.       Pulau Panjang
Pulau yang berada tepat di depan Pulau Sangalaki ini merupakan pulau yang tak berpenghuni dan menjadi habitat beberapa biota-biota laut untuk bertelur dan berkembang biak, seperti kepiting bakau, ikan-ikan kecil dan lain sebagainya.

Tidak lengkap rasanya apabila kita berkunjung ke Kabupaten Berau tidak menyempatkan diri untuk mengunjungi surga yang tersembunyi dibawah laut ini di daerah biduk-biduk, labuan cermin yang menawarkan banyak pesona alam laut yang tak kalah cantiknya di daerah yang lain, dan menjadi spot diving yang sangat rekomended untuk dilakukan disana, akan tetapi fasilitas yang tersedia di daerah ini sangat minim, dikarenakan belum ada perhatian yang serius dari pemerintah untuk mengembangkan wilayah ini.
Apabila kita ingin mengunjungi daerah ini kita bisa memulai perjalanannya melalui Tanjung Redeb ibukota Kabupaten Berau menggunakan transportasi darat dengan harga Rp. 100.000,-/orang didaerah ini hanya ada beberapa fasilitas seperti penginapan dan hotel-hotel sederhana mulai dari harga Rp. 50.000 – Rp. 150.000,-/malam, dan apabila kita ingin menyeberang ke labuan cermin kita bisa carter perahu nelayan yang akan menuju kesana seharga Rp. 100.000,- (PP).
Tak hanya itu, apabila perjalanan kita lanjutkan menuju hilir ujung kampung biduk-biduk tepatnya di Teluk Sumbang kita bisa menyaksikan kehidupan suku asli kalimantan timur Suku Dayak Iban perbatasan malaysia didaerah ini, kehidupan Dayak pedalaman yang masih menjaga kelestarian budayanya ini juga tidak boleh kita lewatkan, tepat diseberang perkampungan dayak yang jauh dari kehidupan modern ini terdapat pulau Kanjungan yang menjadi Daerah Tujuan Obyek Wisata Lokal, dengan pantai pasir putihnya.

EKSOTISME HULU MAHAKAM Oleh : M.Saipul




Kampung Pepas Eheng
keluarga angkat di Kampung Long Tuyoq
Kampung Eheng merupakan salah satu kampung yang terletak di Kabupaten Kutai Barat, Kampung ini memiliki potensi wisata yang cukup menarik, dari segi wisata budaya hingga wisata alamnya, jarak tempuh ke kampung ini adalah sekitar 30 menit dari Sendawar Ibukota Kabupaten Kutai Barat, potensi wisata yang ada dikampung ini adalah Lamin Adat (rumah panjang) rumah tradisional suku dayak, mayoritas suku yang ada di kampung in adalah suku Dayak Benuaq, Lamin adat dikampung ini yang masih tetap eksis bertahan dan menjadi rumah tinggal bagi keturunan bangsawan disana. Mata pencaharian sebagian besar dikampung ini selain berladang dan bertani rotan, mereka juga menjadi pengrajin anyaman dari rotan seperti, Anjat, Lampit, dan gelang yang terbuat dari rotan, pengunjung pun bisa membawa oleh-oleh khas dari pengrajin tersebut dengan harga yang masih terjangkau antara Rp. 15.000,- sampai Rp. 300.000,- tergantung motif dan tingkat kesulitan.
Menganyam Rotan Menjadi Anjat
Selain kampung Eheng mengarah ke barat di kampung Benung sekitar 25 menit perjalanan darat kita juga bisa melihat lebih dekat kuburan-kuburan nenek moyang leluhur mereka yang tidak dikuburkan didalam tanah, tetapi menggunakan peti mati yang terbuat dari kayu log (kayu bulat) yang sering disebut Tempela dan di sanggah dengan tiang yang terbuat dari Ulin serta di tiang tersebut terdapat ukir-ukiran yang menggambarkan orang tersebut mati karena sakit atau mati karena dibunuh, dll. Selain itu diwaktu-waktu tertentu apabila kita beruntung kita juga bisa menyaksikan ritual adat Beliatn (pengobatan dan untuk mengusir roh-roh jahat yang ada di dalam diri kita), serta upacara adat Kuwangkei (ritual yang diakhiri dengan pemotongan Kerbau untuk memindahkan atau membersihkan tulang-belulang leluhur yang terdahulu kemudian dikuburkan ditempat yang berbeda yang lebih layak) upacara ini hampir mirip dengan upacara adat di Tana Toraja.
Masih satu Jalur dengan Kampung Pepas Eheng, kita bisa melepas penat dan bersantai sejenak menikmati desiran suara Jantur (Air Terjun) Inar yang tertinggi di daerah Kutai Barat di Kampung Dempar, air terjun Inar terletak di Kampung Temula Kecamatan Nyuatan. merupakan air terjun tertinggi di Kabupaten Kutai Barat dengan ketinggian 30 m. Jantur itu masih kelihatan alami dengan lumut-lumut yang menempel di batu-batu dan tumbuhan liar disekelilingnya. Untuk melihat keindahan jantur inar pengunjung harus menuruni sekitar 200 anak tangga berjarak 20 cm antara satu sama lain. Jika berada disekitar lokasi pemandian serasa hawa sejuk yang berasal dari hempasan air yang jatuh menerpa bebatuan. Pesona inilah salah satunya yang menjadi daya tarik dari Jantur Inar. Selain itu kita juga dapat menyaksikan Danau yang diatasnya ditumbuhi oleh tanaman air (ganggang) yang hampir seluruh permukaan danau tertutupi oleh tanaman tersebut, yaitu Danau Beluq. Untuk menuju lokasi ini bisa mengunakan sepada motor atau mobil menempuh jarak 30 km dari pusat kota Sendawar.
Cagar Alam Kersik Luwai
Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
Selain wisata budaya kabupaten Kutai Barat juga memiliki banyak potensi alam yang melimpah seperti Jantur Inar, Jantur Gemuruh, Jantur Mapan, Jantur Tabalas, Cagar Alam Kersik Luway, Riam Panjang, Riam Udang, Riam Haloq, Batu Dinding dan Batu Ayao yang terletak di Hulu Sungai Mahakam. Masih di seputaran wilayah daratan tinggi Tunjung dan Benuaq, Cagar Alam Kersik Luwai menjadi salah satu tujuan obyek wisata bagi wisatawan domestik dan mancanegara, Kersik luwai merupakan Hutan Kerangas yang didalamnya terdapat hamparan pasir putih layaknya pasir putih di pantai, tetapi di Cagar Alam Kersik Luwai hamparan pasir putih tersebut terdapat diatas bukit dengan ketinggian kurang lebih 1.500 mdpl. Atraksi alam yang dapat disaksikan di kawasan ini adalah Tanaman Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) dan Kantong Semar (Nephenthes Sp).
Anggrek Hitam yang berada dikawasan Kersik Luway ini yang terletak di Kampung Sekolaq Darat Kecamatan Sekolaq Darat, mempunyai keunikan tersendiri dengan bentuk dan corak anggrek hitam  (Coelogyne pandurata) yang sangat khas, Ada beberapa jenis anggrek lain yang bisa ditemukan disini selain anggrek hitam di antaranya Erya Vania, Erya Florida,Coelogy Rocus Roini dan Bulpophylum Mututina. Selain anggerek juga terdapat Kantung semar. Fasilitas di lokasi ini adalah terdapat ruang informasi bagi pengunjung, fasilitas kebutuhan bagi wisatawan tersedia. Namun saat ini  kondisi cagar alam ini cukup memprihatinkan akibat sering terjadi kebakaran hutan yang mengakibatkan terus berkurangnya vegetasi anggrek, kelompok penangkaran anggrek. Selain itu sebelum menuju ke lokasi Cagar Alam Kersik Luwai para pengunjung bisa beristirahat sejenak menikmati hempasan air terjun (Jantur) Gemuruh di dalam lokasi tersebut. Untuk menuju lokasi ini dapat menggunakan mobil dan bus menempuh jarak 15 Km dari pusat kota Sendawar.

Danau Aco dan Gunung Eno
Danau Aco
Danau Aco dan Gunung Eno terletak di Kampung Linggang Melapeh kecamatan Linggang Bigung, untuk menuju kelokasi ini dapat menggunakan mobil dan motor dengan jarak tempuh 30 menit dari pusat kota sendawar. Danau Aco merupakan salah satu tempat tujuan wisata oleh penduduk lokal untuk menikmati pemandangan dan memancing, serta tidak jarang danau ini digunakan sebagai tempat untuk melakukan aktivitas Family Gathering dari perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar bersama keluarga, lokasi ini memiliki fasilitas penunjang seperti balai pertemuan yang berada langsung diatas danau, serta jembatan apung yang terbuat dari kayu ulin dan dibawahnya terdapat drum-drum besar yang membentang hingga ke tengah danau. Disini kita bisa menyaksikan hutan dengan vegetasi sedang dan sangat cocok untuk menjadi tempat pengamatan burung.
Danau Aco

Selain danau Aco kita juga bisa menjelajahi hutan di gunung eno, tidak jauh dari Danau Aco, kita bisa melintasi hutan pegunungan yang kaya akan keanekaragaman hayati dan satwanya seperti macan dahan, kucing hutan, rangkong badak, dan berbagai macam jenis burung. Gunung Eno merupakan eks HPH PT. Gruti yang sudah tidak beroperasi lagi, dan di Gunung eno ini terdapat 4 mata air dan sungai yang mengalir ke kampung-kampung sekitar dan menjadi penyedia air bagi kampung sekitar.
Setelah lelah menlintasi hutan dan menyaksikan keindahan di Danau Aco kita bisa melanjutkan perjalanan dan melepas penat di Jantur Tabalas merupakan air terjun yang mempunyai tinggi 6 mdpl, pada sore hari kita bisa menyaksikan anak-anak di kampung ini bergantian dan berebut untuk melompat dari atas air terjun ini dengan gaya bebas.

Hulu Mahakam
Batu Ayao, Seperti Tembok Cina membentang di sepanjang perbatasan kalteng
            Setelah puas menjelajahi sebagian hutan dan kampung didaerah daratan kabupaten Kutai Barat, kita juga harus mencoba menggunakan jalur sungai menggunakan speed boat atau long boat menuju Hulu Sungai Mahakam, berawal dari pelabuhan tering menuju Long Bagun menggunakan speed boat dengan kisaran harga Rp. 305.000,- dengan jarak tempuh  sekitar 3 jam, kita dapat menyaksikan perkampungan-perkampungan di sekitar pinggiran sungai mahakam yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat suku dayak di kabupaten kutai barat, kita juga bisa menyaksikan kapal pengangkut batu bara, kemudian menyaksikan kayu-kayu log dari HPH yang telah dirakit  menuju hilir. Serta tidak kalah pentingnya adalah pemandangan alam yang luar biasa yang disuguhkan di daerah ini, seperti Batu dinding (Batuan Kapur) didaerah Long Bagun yang membentang seperti layar bioskop raksasa dan terdapat beberapa kuburan tua di dindingnya tersebut, dibawah batu dinding terdapat goa yang apabila air pasang goa tersebut terendam air.
Tiba di Long Bagun kapal-kapal long boat pun bergantian menawarkan tumpangan menuju ke Long Pahangai dan Long Apari, kampung paling ujung dari Hulu Sungai Mahakam yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Provinsi Kalimantan Barat. Dari Long Bagun kita bisa mengeluarkan dana sebesar Rp. 250.000,- menuju kampung Long Tuyoq yang masih banyak terdapat orang-orang yang bertelinga panjang. Akan tetapi sebelum menuju kampung ini adrenaline kami pun harus diuji dengan melewati riam-riam yang terkenal keganasannya dan tak sedikit kapal yang karan di riam tersebut. Seperti Riam Haloq, Riam Udang yang terkenal dengan pusaran air yang sangat dahsyat, serta Riam panjang yang dikiri kanannya terdapat batu dan tebing-tebing yang terjal, dan apabila salah mengambil haluan, kapal pun bisa hanyut dan menabrak dinding tebing tersebut.
Setelah melewati riam-riam yang ganas, kita sampai ke kampung pertama yang berada di hulu riam panjang yaitu kampung Long Tuyo’, di kampung ini masih terdapat banyak orang-orang yang bertelinga panjang yang menggunakan anting dan bertatto di tubuhnya. Di kampung ini kita bisa disambut dengan hangat oleh warga kampung yang ramah, yang apabila kita berkunjung kesana kita akan diberi gelang manik serta diberi nama Dayak oleh mereka dan mengangkat kita sebagai anak angkat mereka, hal ini dilakukan dan merupakan tanda bahwa kita telah diterima dikampung ini layaknya warga yang lain.
Ikan Tembela
Landscap Hulu Mahakam

Pada bulan September-Oktober di kampung yang dihuni oleh sebagian besar suku dayak Bahau ini akan mengadakan upacara adat yang disebut Hudoq  setelah selesai menugal atau menanam padi, hal ini dipercaya untuk mengusir roh-roh jahat penganggu tanaman mereka, serta berucap syukur kepada alam yang memberikan mereka banyak pot  ensi alam yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari mereka, ritual ini dimulai sebelum melakukan pembukaan lahan atau ladang dan akan diakhiri dengan Tarian Hudoq  tari tradisional yang menggunakan daun pisang sebagai bahan utama pakaian penarinya.
Menores Karet
Tari Hudoq adalah bagian ritual suku Dayak Bahau dan Dayak Modang, yang biasa dilakukan setiap selesai manugal atau menanam padi, pada bulan September – Oktober. Semua gerakannya, konon dipercaya turun dari kahyangan. Berdasarkan kepercayaan suku Dayak Bahau dan Dayak Modang, Tari Hudoq ini digelar untuk mengenang jasa para leluhur mereka yang berada di alam nirwana. Mereka meyakini di saat musim tanam tiba roh-roh nenek moyang akan selalu berada di sekeliling mereka untuk membimbing dan mengawasi anak cucunya.
Dan tak kalah serunya apabila kita melakukan perburuan dan aktivitas berladang serta me-ngetam (memanen) padi di musim panen tiba, kehidupan yang sederhana dari suku dayak ini mengajarkan kita bagaigama menghargai sumber daya alam yang ada agar alam pun bisa memberikan penghidupan kepada kita. Living with the Dayak People.


Berburu di Hutan
Salah Satu Jenis Tanaman Di Kersik Luway
Tari Hudo



Kantong Semar


Tanaman di Kersik Luwai

















Tuesday, July 3, 2012

Tips Wisata ke Daerah Terpencil BY IDWISATA.COM – MARCH 26, 2012 POSTED IN: LAIN LAIN



Satu tantangan terbesar ketika berjalan-jalan di daerah terpencil, terutama di Indonesia yang negara kepulauan, adalah menemukan transportasi. Kondisi alam, cuaca, serta letak geografis membuat transportasi tidak menentu — baik dari segi jadwal maupun moda.
Bagaimana cara menyiasatinya, simak kiat-kiat berikut ini:
Mendekati orang lokal
Makin terpencil letak tempat wisata tujuan Anda, makin penting membina hubungan baik dengan penduduk setempat. Tunjukkan keramah-tamahan dan sesuaikan tingkah laku. Jika sudah merasa diterima dengan baik, Anda bisa mulai mengutarakan pokok permasalahan. Jelaskan bahwa Anda ingin menjelajahi daerah-daerah sekitar dan tanyakan bagaimana cara agar Anda dapat mencapai tujuan. Bila sudah menemukan orang yang bisa mengakomodasi tujuan Anda, langsung negosiasikan harga dan cara pembayaran.
Mencari peluang
Di daerah dengan kondisi prasarana terbatas dan moda transportasi yang tidak menentu, Anda harus bermental baja, sedikit nekat, dan berani malu karena harus menjajaki berbagai macam kemungkinan. Misalnya, tujuan Anda adalah kepulauan terpencil yang tidak disinggahi kapal atau feri regular. Anda harus mau bersusah payah mencari tumpangan atau mengumpulkan orang yang akan pergi ke jurusan yang sama, kemudian bersama-sama menyewa kapal.
Coba-coba
Ada kalanya menemukan transportasi di daerah terpencil benar-benar berdasarkan pada faktor keberuntungan. Oleh karena itu, Anda harus rajin mencoba-coba berbagai cara dengan menaiki moda apa pun, meski tidak langsung sampai titik tujuan akhir. Yang penting kendaraan itu arahnya sama dengan tujuan Anda.
Misalnya Anda sedang berada di Sorong dan ingin ke Wayag dengan cara murah padahal tidak ada transportasi umum. Maka gunakan transportasi umum ke titik terdekat dari Wayag dan dari sana Anda bisa mencari peluang lain. Bisa jadi di sana Anda menemukan tumpangan atau orang lain yang bisa diajak menyewa kapal bersama. Kalau ternyata kemudian terhenti di tempat tersebut, paling tidak Anda bisa menjelajahi area setempat.
Sumber-sumber lain
Mungkin selama ini Anda berpikir bahwa kelurahan hanyalah tempat membuat KTP dan pos polisi tempat melaporkan kemalingan. Sebenarnya, instansi seperti itu dapat berfungsi lebih terutama di daerah terpencil karena setidaknya mereka memiliki fasilitas standar untuk kepentingan mobilitas mereka. Saat terdesak, Anda bisa mendatangi salah satu kantor, memaparkan masalah dan berdoa semoga diberi jalan keluar.
Waktu dan uang
Mengingat tingginya tingkat kesulitan menemukan alat transportasi, faktor-faktor lain yang perlu disiapkan adalah waktu dan uang. Waktu luang yang panjang sudah pasti wajib hukumnya jika Anda menjelajahi daerah terpencil. Bisa jadi jarak yang seharusnya dapat ditempuh dalam lima jam, molor jadi sepuluh jam karena Anda harus berputar-putar.
Biaya di daerah terpencil tentunya melonjak berkali lipat karena selain prasarana yang tidak memadai, penduduk yang masuk dan keluar daerah tersebut juga jarang. Biaya ini tidak hanya mencakup biaya transportasi, tapi juga akomodasi dan harga makanan.

Selamat  Berwisata!

Hindari 5 Hal Ini Saat Traveling BY IDWISATA.COM – APRIL 14, 2012 POSTED IN: LAIN LAIN



Bepergian jauh lintas benua memang menyenangkan, tapi bagaimana jadinya kalau waktu yang tersedia untuk liburan hanya sebentar? Agar liburan tetap nyaman, ikuti 5 tips berikut.
1. Booking Hotel yang Terlalu Jauh dari Tujuan Wisata
“Kesalahan terbesar yang dilakukan para traveler ketika merencanakan liburan singkat adalah pesan hotel yang terlalu jauh dari destinasi wisata,” terang ahli travel John E DiScala.
Misalnya Anda ingin berkunjung ke Museum Louvre di Paris, tapi tempat menginap jauh dari pusat kota. Tentu Anda akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai tempat tujuan dan biaya transportasi juga lebih mahal. Hal ini juga berlaku jika Anda ingin ke taman hiburan Disneyland di Florida, misalnya, pantai terkenal atau bangunan bersejarah. Dengan memesan penginapan di dekat destinasi wisata, Anda bisa berhemat pengeluaran dan efisiensi waktu.
2. Tidak Memperhitungkan Barang Bawaan
Terlalu banyak membawa barang, terutama pakaian akan membuat koper Anda berat dan menghalangi kenyamanan saat berkeliling. Bawalah pakaian secukupnya dan jangan lupa memerhatikan cuaca dan iklim di negara tujuan liburan Anda.
“Untuk negara beriklim hangat, cukup bawa beberapa pakaian yang berbahan ringan,” saran agensi travel yang berbasis di Florida, AS, Mike Cooney. Anda bisa menyiapkan kaus atau summer dress dari bahan katun atau spandex yang tipis dan nyaman dikenakan. Cara ini tentunya akan membantu meringankan koper Anda.
Sementara jika ke negara dengan iklim dingin, kenakan busana dengan teknik tumpuk, misalnya T-shirt, cardigan, coat, legging dan celana panjang sekaligus.
“Cara ini akan mengurangi muatan di koper Anda dan tentunya meringankan perjalanan,” tambah Mike.
3. Terlalu Banyak Rencana
Begitu antusiasnya ingin menjelajah semua daya tarik wisata di negara tujuan, Anda pun mengunjungi terlalu banyak tempat sehingga tidak sempat menikmati waktu kunjungan yang terlalu singkat. Liburan adalah waktu untuk santai, jangan sampai Anda dibuat stres karena terburu-buru datang dari tempat yang satu ke tempat lainnya. Untuk itu, perhitungkan dengan matang ke mana tujuan Anda. Browsing dan cari tahu informasi sebanyak-banyaknya tentang tempat yang paling layak dikunjungi di negara tersebut.
Pertimbangkan juga apa yang menjadi ketertarikan Anda. Jika bukan penikmat seni, maka tidak perlu mengunjungi galeri atau museum seni. Misalnya Anda penggemar arsitektur, maka kunjungilah bangunan yang memiliki seni arsitektur tinggi. Intinya, semua kembali lagi ke selera pribadi masing-masing dan gunakanlah itu sebagai panduan agar liburan singkat Anda lebih berkesan.
4. Tidak Punya Rencana
Terlalu banyak rencana bisa membuat liburan jadi bencana, begitu juga jika tidak mempunyai rencana. Ambil saja contoh, Anda dan teman-teman ingin pergi ke tempat makan outdoor saat berlibur ke Paris. Ternyata, waktu yang dipilih adalah jam sibuk dan semua tempat duduk terisi penuh. Akibatnya, rencana makan pun gagal, Anda pun hanya bisa menikmati kebab di pinggir jalan. Untuk menghindari kejadian serupa, pastikan Anda sudah tahu budaya dan aktivitas penduduk lokal. Bisa juga menanyakan pada pihak hotel, rekomendasi tempat dan waktu yang ideal untuk mengunjungi tempat tertentu.
5. Tidak Memperhitungkan Perbedaan Waktu
“Kemanapun Anda pergi, sebisa mungkin cocokkan jam dengan waktu di tempat Anda berada,” ungkap Mike.
Jika tidak teliti, perbedaan waktu yang cukup jauh akan membuat Anda lupa dan kehilangan momen-momen menyenangkan, seperti Anda masih terlelap tidur saat siang hari, sementara mata terbuka lebar di malam hari.
Atur jam sesuai negara tujuan sebelum keberangkatan pesawat untuk mengantisipasi perbedaan waktu. Saat tiba di hotel, jangan langsung tidur. Istirahatlah sejenak kemudian berkeliling di sekitar kota, nikmati makanan atau minum secangkir kopi hangat.
“Rencanakan lebih banyak aktivitas outdoor di hari pertama kedatangan Anda ke negara dengan perbedaan waktu yang jauh. Sinar matahari dan udara segar akan membuat Anda tetap berenergi. Jika ingin tidur siang, sediakan cukup 20 menit saja,” saran Mike.
Selamat Berwisata!

Tips Membuat Anggaran Wisata BY IDWISATA.COM – JUNE 1, 2012 POSTED IN: LAIN LAIN


Akhir-akhir ini di Indonesia profesi perencana keuangan makin marak. Mereka umumnya memberikan jasa konsultasi serta pengaturan keuangan, serta perencanaan masa depan. Tetapi bagaimana dengan perencanaan dan pengaturan keuangan untuk jalan-jalan? Apa saja sih yang perlu dihitung dalam membuat anggaran?
Saya memang bukan seorang perencana keuangan. Tetapi berdasarkan pengalaman, saya punya beberapa kiat merencanakan dan mengatur keuangan perjalanan sebagai berikut:

Tetapkan tujuan
Seperti nasihat seorang perencana keuangan ternama, kiat pertama saya adalah: tetapkan tujuan. Tentu, tujuan yang dimaksud di sini adalah tujuan perjalanan. Apakah di dalam negeri, luar negeri, dalam kota, luar kota? Atau Anda berencana melakukan perjalanan panjang dengan banyak tempat tujuan? Tujuan perjalanan akan menentukan besar anggaran yang disesuaikan dengan biaya hidup di sana.
Biaya transportasi utama.
Hal pertama dan paling mudah dihitung adalah transportasi utama (dari tempat asal ke tempat tujuan, sampai pulang kembali). Misalnya Anda dari Jakarta akan melakukan perjalanan ke Yogya, Bali dan Lombok. Berarti yang Anda hitung adalah:
1. Jakarta-Yogya : tiket bus/travel atau kereta atau pesawat
2. Yogya-Bali : tiket bus/travel atau pesawat
3. Bali-Lombok : tiket bus, tiket ferry, atau pesawat
4. Lombok-Jakarta : tiket bus atau pesawat
Bila Anda memutuskan membawa kendaraan sendiri, hitunglah perkiraan biaya bahan bakar berdasarkan jarak tempuh dan efisiensi penggunaan bahan bakar kendaraan Anda.
Biaya akomodasi
Berapa lama rencana perjalanan Anda? Bahkan jika Anda memiliki waktu yang sangat longgar dan tidak punya batas waktu yang pasti, biaya akomodasi tetap bisa diperkirakan. Tentukan juga jenis akomodasi yang Anda inginkan: hotel berbintang (bintang satu sampai lima), hotel melati, hostel, atau losmen?
Saat ini hampir semua penginapan memiliki website sehingga lebih mudah memperkirakan biayanya. Jika Anda berencana menumpang di rumah saudara atau teman, jangan salah: itu juga ada biayanya. Sesuai adat Indonesia, rikuh rasanya menumpang tanpa bawa oleh-oleh atau membelikan sesuatu bukan?
Biaya makan
Biaya makan memang sangat tergantung pada jenis makanan dan tempat makannya, namun Anda bisa menghitung secara garis besar berdasarkan tempat tujuan dan biaya makan Anda sehari-hari.
Contohnya: biaya hidup di Yogya lebih rendah dari Jakarta. Misalnya di Jakarta Anda biasa menghabiskan Rp 40 ribu sekali makan, maka di Yogya Anda bisa menganggarkan Rp 30 ribu. Tinggal dihitung berapa hari Anda tinggal di Yogya dan mau berapa kali sehari Anda makan. Bila penginapan sudah menyediakan sarapan, tentu Anda tinggal menghitung sisanya.
Biaya ‘printilan’
Perhitungan biaya yang paling sulit dan sering meleset adalah biaya serba-serbi atau “printilan”. Biaya ini meliputi: transportasi selama berada di tujuan wisata, tiket masuk tempat wisata, tip, tiket tol, jajan dan biaya tak terduga.
Sebisa mungkin Anda harus mencari informasi mengenai biaya-biaya ini sebelum berangkat, sehingga mempermudah pembuatan anggaran. Tapi jika informasi tersebut tidak tersedia, Anda bisa memperkirakannya dengan mengacu ke biaya makan (karena biasanya, biaya seperti itu berhubungan dengan biaya hidup di daerah setempat).
Untuk biaya tak terduga, silakan disesuaikan dengan kemampuan finansial Anda. Semakin besar, makin baik karena sifatnya untuk keperluan darurat.


Selamat berhitung! Wisata Indonesia