Saturday, September 1, 2012

GELEMBUNG LAUT ABADI PULAU SEGAJAH THE LOST IN PARADISE



Spot Geladi (Gelembung Laut Abadi) Segajah Island
Berawal dari chating bersama teman di facebook yang telah sekian lama merantau di negeri Sakura Jepang, yang akan berencana untuk pulang kampung ke Bontang untuk berlebaran. Berawal dari keingintahuan Istri beliau mengenai Pulau Segajah dan Beras Basah yang berada di Kota Bontang, karena selama tinggal di Bontang beliau belum pernah berkunjung disana.

Pagi yang cerah, setelah semalam hujan membasahi dedaunan.  Setelah perlengkapan snorkling dan life jacket telah siap, kami pun menuju ke Bontang Kuala, salah satu perkampungan diatas laut, kapal yang akan mengantar kami menuju Pulau Segajah pun telah siap bersandar di pelabuhan.
Terumbu Karang yang ada di Geladi

Tak terasa kami pun tiba dan sauh pun dilabuh ditengah laut Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 45 menit menuju spot yang pertama di sekitar pulau segajah. Kami pun telah bersiap-siap menggunakan life jacket dan masker serta pin, kapal ini dilengkapi oleh tangga yang dapat diturunkan ke laut, sehingga kami pun bisa dengan perlahan turun.

Kapal Motor yang dilengkapi Fasilitas Alat Snorkle/Diving

Untuk menuju Lokasi ini dapat ditempuh melalui perjalanan dari Samarinda menuju Bontang selama 2,5 jam menggunakan bus seharga Rp. 21.000,- atau travel seharga Rp. 50.000,-, kemudian melanjutkan menuju Bontang Kuala menggunakan angkot seharga Rp. 10.000,- atau menggunakan ojek seharga Rp. 20.000,- kemudian dapat melanjutkan dengan menggunakan kapal motor seharga Rp. 400.000,-/hari yang sehari sebelumnya harus di booking terlebih dahulu, mengingat jadwal dan motoris kapal yang tidak menentu keberangkatannya dan apabila kita ingin mengabadikannya ke dalam kamera foto, pemilik kapal pun menyediakan fasilitas seperti Kamera Underwater seharga 100rb/hari serta alat snorkle (masker + PIN) seharga Rp. 40.000,-/hari, semua fasilitas ini merupakan peralatan anggota dari Forum Peduli Terumbu Karang (FPTK) Kota Bontang yang sering melakukan kegiatan monitoring terumbu karang sebulan sekali di beberapa spot yang telah dikonservasi, uniknya lagi anggota dari forum ini adalah pemuda yang tinggal di sekitar Bontang Kuala yang sadar peduli akan kelestarian terumbu karang. Harga dari Sewa Kapal dan Alat Snorkling 10% akan menjadi kas Forum Peduli Terumbu Karang Kota Bontang, dan mereka menyediakan bibit mangrove untuk diberi tag / tanda nama kita yang membelinya sebesar Rp.6.000,-/biji untuk bisa di adopsi mangrove.

Gelembung air yang keluar dari dasar laut
Tak terasa kami pun tiba di spot GELADI (Gelembung Laut Abadi), Spot ini terdapat gelembung-gelembung air yang keluar sendiri dari dasar laut, serta variasi terumbu karangnya pun beranekaragam dan kita bisa bercengkerama dengan ikan-ikan yang berbagai jenis dan berbagai warna.

Mataku pun takjub melihat fenomena alam yaitu gelembung-gelembung air yang keluar dari dasar laut. Setelah puas menikmati keindahan di Spot Geladi kami pun melanjutkan ke spot yang kedua di sekitar pulau Segajah, di spot ini kita bisa melihat terumbu karang yang menyerupai karpet dengan beraneka ragam coral dan anemon serta ikan-ikan yang asik berenang dan bersembunyi di balik karang.

Ikan Kerapu
Setelah puas menyelami keindahan bawah laut yang tidak henti-hentinya menyuguhkan keindahan surga bawah laut, kami pun menuju Pulau Gosong yang bernama segajah, Pulau ini akan terlihat ketika air laut sedang surut dan apabila air pasang pulau itu akan menghilang, mengapa dinamakan Segajah karena apabila terlihat dari atas yang menyerupai punggungan gajah.

Shelter in Segajah ISland
Setelah berkeliling Pulau melihat biota-biota serta jenis kerang-kerangan kami pun memutuskan untuk kembali menuju Bontang Kuala, Perjalanan yang masih menjadi tanda tanya di benak saya bahwa ada fenomena alam yang terjadi di dasar laut yaitu berupa gelembung-gelembung air yang keluar dengan sendirinya. Fenomena alam ini perlu diteliti lebih lanjut apakah gelembung-gelembung laut itu berasal dari gas atau sumber mata air yang berasal dari dasar laut, seperti fenomena alam yang terjadi di mexico yaitu sungai yang berada di bawah laut.

Terakhir pesan dari teman-teman dari Forum Peduli Terumbu Karang Kota Bontang adalah Laut bukan sampah, dan bijaklah untuk menikmati keindahan alam bawah laut, serta harus peduli dan melestarikannya, jangan membawa pulang bintang-binatang atau biota-biota yang ada disana, biarkan mereka berkembang biak di habitatnya.

M.Saipul
Pulau Segajah, 21 Agustus 2012
Bersama Mas Cahyadi dan Miki From Japan
Miki From Japan
Narsis sebelum Snorkling
Me with Mas Cahyadi

1 comment:

  1. Mas, ada CP dari penyedia jasa penyewaan kapal+alat snorkling+kameranya gak? makasih

    ReplyDelete